...
bahkan yang ku kira akan menjadi yang terakhir pun kini sudah pergi.
Pergi dengan alasan yang tak mampu ku cerna. Aku tak tau, apakah memang
alasannya yang tak bisa ku cerna, atau alat 'pencernaan'ku
yang bermasalah. Entahlah... Tapi yang jelas, dia sudah pergi. Pergi
dengan meninggalkan sejuta tanya di kepala ku. Sekarang tinggal aku yang
linglung memikirkan semuanya. Semua yang mungkin tak berarti
apa-apa untuknya. Kadang aku merasa, tiga tahun yang indah itu hanyalah
sampah buatnya. Aku seperti terjebak. Dan betapa bodohnya aku bertahan
dalam tiga tahun penjebakan. Oh My God !!!
Lalu
siapa sebenarnya laki-laki itu Tuhan? Laki-laki yang akan menjadi imam
untuk ku. Laki-laki yang setia, yang tidak akan pernah tega meninggalkan
ku apa pun keadaannya. Dan untuk segelintir "rayuan-rayuan genit" yang
belakangan ini menyapa, I'm so sorry, guys. I'm still heartbroken :'(