BLINK

Selasa, 13 Mei 2014

Langit vs Laut

Langit kalo ditanya siapa yang paling biru juga bakal nunjuk diri sendiri. Huuuhh... Dia lupa tuh sama laut, lupa sama samudera-samudera yang membentang luas. Laut kalo ditanya siapa yang paling luas juga gak bakal mikir buat nunjuk langit. Gengsi kali, ahh... entahlah.

Kenapa langit? Kenapa laut? Hemm.. Mungkin karena sama-sama biru walaupun gak pernah ketemu, gak pernah gandengan tangan, apalagi pelukan.

Langit... Saat aku lagi liatin langit, aku gak bisa liat laut. Tapi saat aku lagi liatin laut, aku bisa sekalian liatin langit. Karena di langit gak ada laut, tapi di laut ada langit.

Di langit gak ada laut? Yeahh, itu baru soal dunia bro. Baru pake mata biasa, mata manusia. Mungkin ada mata-mata lain yang bisa nemuin laut di langit.

Mata-mata yang lain? Mata siapa? Yaaa adalaaahhh... Kalo dibahas, gak bakal abis. Masih banyak hal yang belum kita ketahui. Dan bahkan apa yang kita ketahui belum tentu semuanya benar.
Mengembaralah! Temukan kebenaran!

Ngomong-ngomong soal mengembara, Jadi ingat sama planet pengembara. Planet yang hidupnya sendirian. Kesepian gak ya dia??? Mungkin sepi, karena jelas dia gak punya teman. Tapi bebas, gak ada ikatan, gak ada aturan. FREE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
"NOMAD", pindah sana, pindah sini, dan akan selau berpindah-pindah karena gak punya tempat tinggal yang tetap. Rumahnya adalah sistem keplanetan dengan bintang sebagai pusatnya. Kalo nemu bintang, ya itulah rumahnya. Kalo udah "bosan", ya dia ngambang ndak jaleh di langit yang luas. Ingat ya, di langit. Bukan di laut :)

Ehhh,, di planet ada laut lho. Ya di planet kita ini, planet biru alias bumi. Hidup di bumi itu berarti hidup di bawah deburan ombak dan denyut samudera. Begitulah kata artikel yang pernah aku baca. Sang laut adalah pendorong kekuatan alam yang memelihara kehidupan di planet bumi. Tanpa laut, tak akan ada kehidupan di bumi.