BLINK

Rabu, 02 Maret 2016

Jika Sudah Tentangmu

Jika sudah tentangmu
Waktu akan mulai membeku
Tak kan lagi terdengar detik berputar
Kisah sembilan tahun silam
Seolah baru saja terjadi kemarin sore
Jika sudah tentangmu
Bumi akan mulai terpaku
Tak kan ada pergantian musim
Hujan menurunkan tawa
Matahari memancarkan keikhlasan
Lalu dari belahan dunia mana kau kembali hadir?
Menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup
Bukankah berjuta dinding telah kita bangun?
Demi membatasi asa yang belum pernah mampu kita wujudkan
Berjuta kenangan telah kita tenggelamkan dalam ruang yang kita sebut dengan jarak
Berjuta mimpi telah kita kubur dalam suatu kesepakatan yang di kemudian hari terasa menyesatkan
Dan jika memang segala tentangmu adalah penggoyah kebulatan tekad
Maka biarlah ingatan ini hilang dalam tiap pejaman mata saja
Karena ketika aku kembali terjaga, kau juga kembali hadir bukan???


Selasa, 01 Maret 2016

RESAH

Kadang bukan rindu
Hanya sebentuk kegelisahan yang sesekali menyapa
Mencari celah untuk menerawang di balik tirai yang kian kokoh
membatasi pandangan
Terlalu lemah sebenarnya
Namun entah dari mana pula kekuatan ini hadir
Membuka lembar demi lembar novel yang sudah kutahu jalan ceritanya
Tenggorokan ini nakal
Menenggak cairan yang jelas-jelas tak redakan dahaga
Namun siapa yang sanggup menghentikannya
Jika aku saja tak peduli, apa lagi dunia
Sudah terlalu sering nafas ini dibuat sesak oleh kenyataan di depan mata
Ini bukan luka
Hanya sebutir pilu yang enggan beranjak dari tempatnya
Dan jiwa ini terlanjur terbiasa dengan semua itu
Terbiasa dengan genangan isak yang tertahan
Kemudian tumpah menjadi derai yang menyakitkan

BERSALAH

Terlanjur bergaduh dengan kebenaran
Adalah aku yang belum jua memutuskan untuk kalah
Sementara hukuman telah ditetapkan bagi siapa-siapa yang melebur dengan kegelapan
Kau tahu, dalam tidurpun aku disiksa
Tak kira seberapa tegas kuucapkan penyesalan
Lantas senyaman apa langkah kakimu?
Seolah tiada celah untuk menyerah
Dalam lubang pasung yang kian sempit menjepit tiap-tiap noda yang pernah dengan sengaja kutumpahkan di atas kanvas suci
Aku merasa berlari
Namun tak sedikitpun aku beranjak dari tempatku berdiri
Aku merasa terbang
Namun kedua kaki masih jelas menapak di bumi


Rabu, 06 Agustus 2014

Cepuwww

Terlanjur begini sayang
Terlanjur membara dan berkobar
Terlalu bodoh jika hanya berharap terang
Api juga membakar bukan?

Sudah sejauh ini sayang
Berhenti di sini berarti kalah
Namun tak mungkin berharap matahari muncul dari barat

Malang...
Takdir senjata menikam tuan
Perih memang
Menyentak diri dalam lamunan panjang

Selasa, 22 Juli 2014

Ayyid

Kita sebut apa prasangka yang akhirnya nyata?
Kita sebut apa dugaan yang menjelma jadi kebenaran?
Hey seonggok jiwa yang kesepian
Tak perlu angkuh menutupi lara
Toh, dunia juga punya telinga
Mendengar sayup-sayup gelisahmu
Mengintai samar-samar kecamuk batin di dadamu
Kini kau hendak berdalih apa?
Masih tajamkah belati pencabik senja?
Atau itukah racun pencabut kehidupan?
Haha...
Sungguh kau tidak berbakat menjadi hebat
Tidak pula pantas menjadi separuhnya
Kini, kita sebut apa hubungan kita?

Dimaafkan (lagi)

Dimana lelahku?
Kiranya lumpuh tertimbun zaman
Mematung dengan nyawa usang
Disini luluhku
Meraja
Mencambuk si ratu tega
Iba pada air mata buaya
Seolah perih itu gurih
Seakan sesat itu lezat
Berpestalah si insan jalang
Kekal sudah kemenangan liciknya
Entah kapan aku mampu menghukum dia lebih berat dari dosanya

Senin, 21 Juli 2014

Bulan Penuh

Masih tentang bulan penuh
Yang utuh tanpa cela
Yang agung tanpa tahta
Adalah ia raja dari bunga tidur
Sesekali bertamu dalam lelap dunia palsu
Ia masih saja terdengar merdu
Bahkan dalam bungkamnya sekalipun
Ia selalu terlihat nyata
Kendati kabut menggumpal tebal
Masih tentang bulan penuh
Kami sadari tiada harap
Namun biarlah imajinasi bermain di rimbanya
Memintal ketulusan menjadi asa
Kau bulan penuh mengapa mengukir cela?
Mengikis sejuta rasa yang kami punya
Kau tau?
Nelangsa panjang tak pernah goyahkan kami
Hampa sewindu ditelan sampai mati
Tapi tidak untuk angkuhmu
Tidak pula untuk sombongmu
Kau bulan penuh
Sungguh sudah tak utuh
Tak lagi menjadi primadona di hati kami

Dosen alay vs Mahasiswi oon

Tiada habisnya
Cibir-cibiran dua ekor makhluk langka
Mendramatisir tiap adegan di panggung sandiwara
Kami bertanya, "Apa hebatnya sahut-sahutan berbatas dinding?"
Mereka menjawab, "Persetan dengan kegaduhan yang kami cipta, selama bendera kami berkibar di puncak Himalaya, kami merasa bangga"
Lalu apa lagi yang harus kucegah
Angin yang lembut pun telah membatu
Dia hanya si sosok arogan
Mati tertikam dalam peristiwa mengerikan
Dia terseret dalam kasus patah hati
Bersembunyi dalam topeng kepalsuan
Benar, dia hanyalah sebongkah sakit hati yang belum jua tersembuhkan
Dialah luka yang masih basah, masih berdarah

Endo

Luar biasa
Bak koki handal meracik si mentah menjadi sang matang sempurna
Welldone!!!
Berbahan sampah disulap menjadi mewah
Campuran limbah diolah begitu 'waahhh'
Bertabur bumbu penguat rasa
Tampilan pencitraan menyilaukan mata
Lengkap sudah sajian penggoyang lidah
Menebarkan aroma penggugah selera
Siapakah korbannya?

Penyantap racun yang disamarkan sedemikian rupa

Pupu

Adalah dia yang seribu kali kuberi kesempatan
Tapi seperti yang sudah-sudah, jemu itu belum jua hadir
Hingga ia begitu leluasa mengabaikan
Adalah aku yang seribu kali memberi maaf
Bukan karena aku memiliki lebih
Namun keadaan seolah tak memberikan pilihan lain
Dan jera masih saja enggan menyapa
Hanya seperti ini
Jalan cerita yang begitu sederhana
Jauh dari kata rumit
Hanya mengulang-ulang dua buah peristiwa
Salah, lalu memaafkan
Mengulang salah, lalu mengulang memaafkan
Terlalu membosankan bukan?
Namun jemu itu belum jua hadir
Dan jera masih saja enggan menyapa

Asmon

Tak perlu kau cipta hiruk pikuk
Disini masih saja dengan sunyi yang sama
Hadirmu hanya lambaian daun
Tak beri rona di langit senja
Tak banyak kau habiskan masa untuk berlabuh
Seolah kau pengembara abadi
Hinggapmu pun di awang-awang
Tak sisakan jejak menapak, sekalipun kau benar hadir
Tapi untuk apa?
Menyentuh hening yang tak pernah bergeming

Menyentuh hampa yang tak kunjung berkesudahan
Tentang gelisah
Tentang sepimu disana
Tentang ruang yang kau kunci rapat
Kemudian omong kosong yang baru saja kau lontarkan
Rindu???
Ahh.. Tetesan asam di atas luka menganga.

Senin, 09 Juni 2014

Backstreet

Kita lihat saja

Sampai dimana ujungnya


Seberapa hebat kita bohongi dunia


Seberapa tangguh kau lindungi aku dari murka langit dan bumi


Seberapa lama kita mampu bersembunyi


Hey, sebegitu keraskah hatimu mempertahankan kekonyolan ini?


Begitu istimewakah gadis cengeng yang kerap menangis lemah di pundakmu itu?


Ayolah..


Pikirkan sekali lagi


Tentang aku yang terlanjur berbaur dengan tulus-palsu rasa


Tentang kau yang selalu menjadi pecundang atas nama jarak


Kemudian tentang mereka yang terlanjur menelan dusta


Oh dunia, mohon kerja samanya.

Selasa, 13 Mei 2014

Langit vs Laut

Langit kalo ditanya siapa yang paling biru juga bakal nunjuk diri sendiri. Huuuhh... Dia lupa tuh sama laut, lupa sama samudera-samudera yang membentang luas. Laut kalo ditanya siapa yang paling luas juga gak bakal mikir buat nunjuk langit. Gengsi kali, ahh... entahlah.

Kenapa langit? Kenapa laut? Hemm.. Mungkin karena sama-sama biru walaupun gak pernah ketemu, gak pernah gandengan tangan, apalagi pelukan.

Langit... Saat aku lagi liatin langit, aku gak bisa liat laut. Tapi saat aku lagi liatin laut, aku bisa sekalian liatin langit. Karena di langit gak ada laut, tapi di laut ada langit.

Di langit gak ada laut? Yeahh, itu baru soal dunia bro. Baru pake mata biasa, mata manusia. Mungkin ada mata-mata lain yang bisa nemuin laut di langit.

Mata-mata yang lain? Mata siapa? Yaaa adalaaahhh... Kalo dibahas, gak bakal abis. Masih banyak hal yang belum kita ketahui. Dan bahkan apa yang kita ketahui belum tentu semuanya benar.
Mengembaralah! Temukan kebenaran!

Ngomong-ngomong soal mengembara, Jadi ingat sama planet pengembara. Planet yang hidupnya sendirian. Kesepian gak ya dia??? Mungkin sepi, karena jelas dia gak punya teman. Tapi bebas, gak ada ikatan, gak ada aturan. FREE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
"NOMAD", pindah sana, pindah sini, dan akan selau berpindah-pindah karena gak punya tempat tinggal yang tetap. Rumahnya adalah sistem keplanetan dengan bintang sebagai pusatnya. Kalo nemu bintang, ya itulah rumahnya. Kalo udah "bosan", ya dia ngambang ndak jaleh di langit yang luas. Ingat ya, di langit. Bukan di laut :)

Ehhh,, di planet ada laut lho. Ya di planet kita ini, planet biru alias bumi. Hidup di bumi itu berarti hidup di bawah deburan ombak dan denyut samudera. Begitulah kata artikel yang pernah aku baca. Sang laut adalah pendorong kekuatan alam yang memelihara kehidupan di planet bumi. Tanpa laut, tak akan ada kehidupan di bumi.

Minggu, 29 Desember 2013

Brokenheart

... bahkan yang ku kira akan menjadi yang terakhir pun kini sudah pergi. Pergi dengan alasan yang tak mampu ku cerna. Aku tak tau, apakah memang alasannya yang tak bisa ku cerna, atau alat 'pencernaan'ku yang bermasalah. Entahlah... Tapi yang jelas, dia sudah pergi. Pergi dengan meninggalkan sejuta tanya di kepala ku. Sekarang tinggal aku yang linglung memikirkan semuanya. Semua yang mungkin tak berarti apa-apa untuknya. Kadang aku merasa, tiga tahun yang indah itu hanyalah sampah buatnya. Aku seperti terjebak. Dan betapa bodohnya aku bertahan dalam tiga tahun penjebakan. Oh My God !!!

Lalu siapa sebenarnya laki-laki itu Tuhan? Laki-laki yang akan menjadi imam untuk ku. Laki-laki yang setia, yang tidak akan pernah tega meninggalkan ku apa pun keadaannya. Dan untuk segelintir "rayuan-rayuan genit" yang belakangan ini menyapa, I'm so sorry, guys. I'm still heartbroken :'(

Minggu, 18 November 2012

Penghapusan Barang Bukti

Sebenarnya itu bukan masalah besar buatku.
Toh, itu hidupmu.
Tapi segala tentangmu terlanjur telah menggelitik pikiranku.
Dari saat pertama kali terjalin interaksi antara kita.
Benarkah kalimat pedas itu?
Begitu pedasnya hingga membakar jiwa kami yang membacanya.
Dan mengapa awalnya kamu terlihat begitu santai?
Menganggapnya seperti angin lalu.
Tapi benarkah kamu sesantai itu???
Lantas, untuk apa penghapusan itu?
Huuhh...
Engkau lebih terlihat seperti seorang penjahat yang berusaha menghilangkan barang bukti.
Kenapa?
Apa tujuanmu teman?
Bahkan usahamu kalah cepat dengan naluriku.
Sekarang semuanya berlalu.
Meninggalkan tanda tanya besar di kepalaku.
Tapi tenanglah !
Aku tak 'kan memaksamu untuk menjelaskannya.
Aku akan tetap menjadi aku.
Yang hanya 'jatuh hati' pada tulisanmu.

Senin, 04 Juni 2012

Malam Ini Ada Gerhana Bulan

Gerhana Bulan merupakan suatu peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan terletak pada posisi segaris. Adapun Gerhana Bulan yang terjadi adalah Gerhana Bulan Sebagian (GBS) yang terjadi pada tanggal 04 Juni 2012.

Fenomena gerhana bulan sebagian ini akan bisa dilihat dari jam 17.00WIB sampai jam 19.06 WIB dan mengalami puncak pada pukul 18.03 WIB, dan bisa dilihat oleh seluruh warga Indonesia. Wilayah yang bisa menyaksikan seluruh proses gerhana adalah Indonesia Timur.

gerhana bulan sebagian ini istimewa karna hanya terjadi tiap 10-12 tahun sekali.

BSM-UIN Suska Jalin Kerja Sama

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) atau kerja sama Early Recruitment Program (ERP), yakni suatu program rekruitment karyawan dengan UIN Suska Pekanbaru.

Dengan ditanda-tangani kerja sama ini maka BSM memberikan kesempatan kepada peserta ERP untuk memiliki skill competency perbankan syariah dan meniti karir serta mengembangkan diri di Bank Syariah Mandiri.

Selain itu, juga dilakukan pemberian beasiswa sebesar Rp50 juta bagi mahasiswa UIN Suska yang kurang mampu dan berprestasi. Disebutkan Kepala KCP PT BSM Panam, Armi C Budiman, akhir pekan lalu, dengan adanya kerja sama ini maka mulai Selasa (5/6), BSM akan melakukan perekrutan lulusan UIN untuk dimagangkan dan dilatih di BSM.

Saat ini, telah ada 125 calon dan akan diseleksi. BSM merencanakan, setiap tahun akan ada kerja sama perekrutan ini dengan UIN Suska.

Pemberian beasiswa, kata Armi, adalah bahagian dari corporate social responsibility BSM, yang mana beasiswa Rp50 juta tersebut diberikan kepada 50 orang mahasiswa.

Senin, 21 Mei 2012

Seminar Proposal Tugas Akhir

Uhhhhhhh,,, perasaan apa ini? Sulit menjabarkannya. Yang aku tau hanya detak tak beraturan,
"dag-dig-dug..."

Ya Allah, mudahkanlah segala urusan Q. Lancarkanlah seminar proposal ku. Luluskanlah aQ dengan nilai yang sempurna. Tenangkanlah hati dan pikiran Q agar aQ mampu tampil percaya diri, tanpa rasa gugup, tanpa rasa takut, tanpa rasa gelisah, atau rasa apapun yang dapat mengganggu konsentrasi Q.

Ya Allah, buatlah aku mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, baik oleh dosen penguji Q maupun dosen pembimbing Q dengan baik dean benar. Lunakkanlah hati mereka agar selalu memberikan tatapan yang teduh demi ketenangan hati dan jiwa Q.

Ya Allah, kabulkanlah doa Q ini. Ridhoi perjuangan Q ya Allah. Ridhoi pertarungan Q esok hari, 22 Mei 2012.
Amiiin...
Amiiin Yaa Robbal’aalamiin.

Jumat, 24 Februari 2012

Gak Tau Mau Ngasih Judul Apa

Begini kakanda...

Aku bisa saja berjalan sendiri, dan dalam perjalanan itu aku bisa menerawang sendiri.
Paling tidak dengan segala kehebatan Q, 68% pintu akan mampu aku masuki tanpa sepengetahuan si tuan rumah.
Aku bisa dengan leluasa menerobos setiap ruang yang ada, memeriksa setiap jengkal dinding dan atapnya, menyentuh semua perabotan yang ia miliki, bahkan mengendus aroma apa saja yang ia punya.
Dan akhirnya, aku akan dengan PERKASA menyatakan sebuah kesimpulan.
Tapi untuk apa semua itu tanpa sebuah pembenaran dari si empunya CERITA.
Tentu pada akhirnya aku harus kembali mempertanyakan keakuratan analisa yang ku buat.
Kemudian ketika KAU tetap tak ingin bersuara, aku hanya akan jadi insan egois yang akan terus memaksa.
Terus begitu hingga akhirnya salah satu dari kita akan merasa lelah.
Tapi itu pasti adalah kau.

Namun dengan segala ketidak putus asaan ku, aku mungkin akan mulai berani meluncurkan sepenggal demi sepenggal rangkaian nalar di kepala ku.
Berharap tetap mendapatkan jawaban dari tanda tanya yang membanjiri 12 hari-hari ku.
Mungkin akan kumulai dengan sekeping KESALAHAN, guna memancing gerak alis di atas mata mu.
Lalu akan semakin berani memuntahkan barisan kata yang mungkin akan tepat MEMANAH jiwa mu karena kebenaran dari butiran dugaan ku.
Dan itu yang tak pernah aku inginkan.
Aku takut apa yang aku pikirkan ternyata memang benar adanya.
Karena hingga detik ini, sesungguhnya aku menduga, RAHASIA mu itu adalah sebuah KESAKITAN.
Karena itu aku tak pernah ingin melontarkannya.
Berharap engkau saja yang menjabarkannya.

Maaf !!!